Sekapur Sirih

Sekapur Sirih

Saya tertarik dengan sebuah kata mutiara, dari salah satu buku yang pernah saya baca, namun sayang saya lupa pengarangnya, semoga Tuhan mengampuni saya jika saya khilaf dalam mengutip kalimat mutiara ini, kalimat itu berbunyi “Pohon apel dikenal karena dia menghasilkan buah bernama apel”.

Kalimat sederhana diatas membawa saya dalam pemahaman yang sedikit narsis, bagaimana tidak sebatang pohon dikenal oleh umat manusia karena buah yang dihasilkannya, semisal apel tadi, andaikata pohon apel berbuah pisang barangkali pohon tersebut berubah nama menjadi pohon pisang.

Nah tentu saja mengapa disebut narsis karena saya menarik diri saya dalam kesimpulan yang sama, andaikan Zulfadli Adha ini manusia biasa apa yang membedakannya dengan manusia-manusia lainnya? Dari segi rupa nama dan cirri fisik lainnya tentulah banyak terdapat perbedaannya, agak sedikit naïf kiranya saya hanya menarik kesimpulan dari perbedaan fisik semata.

Maka dari itu saya mencoba mencari pembedanya dari beberapa tokoh dunia yang terkenal, semisal Isaac Newton, maka dari sekedar ciri fisik maka akan terlihat kontras pula akhirnya ketika kita ketahui Isaac Newton dan Zulfadli Adha ini memiliki perbedaan pula dalam hal kemampuan otaknya.

Sebagaimana kita ketahui Isaac Newton adalah salah seorang manusia jenius yang menghasilkan banyak karya ilmiah, dimana dengan karyanya itu maka menambah teranglah ilmu pengetahuan, hal ini membuat saya sadar bahwa jika Isaac Newton adalah sebatang pohon maka buah yang dihasilkan oleh pohon Newton ini memiliki manfaat yang ampuh, dalam perkembangan dunia sains.

Dengan demikian lahirlah pertanyaan berikutnya, jika saya atau anda adalah sebatang pohon, adakah saya menghasilkan buah pikiran yang turut menerangi alam semesta ini ? jawabannya tentu saja beragam.

Beranjak dari pemahaman yang sederhana tentang kalimat mutiara pohon apel ini, saya beranikan diri untuk membuat sebuah blog dengan nama saya pribadi, harapannya saya ingin mencoba menghasilkan buah pemikiran saya sendiri, dari zaman yang jauh berbeda dengan Isaac Newton, barangkali buah pemikiran saya bermanfaat untuk bermacam kemelut dunia yang semakin edan dan modern ini.

Jadi selain tempat menuangkan pikiran dan curahan hati, blog sederhana ini saya harap nantinya akan menjadi kumpulan mozaik, yang menami perjalanan saya selama saya hidup di bumi ini.

Semoga anda pembaca setia merasa nyaman dan santai dengan semua yang saya tuliskan, andaikan ada kesalahan tulisan saya tolong jangan anda judge saya dengan undang-undang IT yang ditulis “secara sepihak” itu, karena saya percaya kebebasan menulis yang saya lakukan ini, masih dalam konteks sopan santun saya selaku orang timur.

Pada tahapan ini saya anggap anda paham maksud saya, selamat membaca.
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.