Setan Pun Ingin Bercanda

Setan Pun Ingin Bercanda

Oleh : Krisnanto Adi Sulaksono - Bondowoso


Lantunan ayat al quran pun terdengar dengan keras ditelinga, di tiap corong-corong masjid seakan meneriakiku hingga terbangun saat itu baru pukul 04.00, ketika melihat diluar jendela pemandangan masih seperti layaknya malam yang gelap gulita, kuputuskan untuk tidur sejenak dikasur busa yang empuk "ah sebentar lagi saja, kan masih ngaji" gumamku seperti orang yang baru minum alkohol karna mabuk dan tidak sadar dengan keluhan seakan meremehkan Tuhan. 

"Kok! Kenapa terang, kerinan aku aduh". (Kerinan dalam bahasa jawa, artinya kesiangan)Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan aku bergegas bangun tanpa pikir panjang berlari ke kamar mandi untuk bersuci dan kemudian sholat di musholla kecil didalam rumah sendiri sambil membawa penyesalan dengan khusu'nya, "Allahu akbar", 

Selang rakaat kedua bayangan seorang wanita hadir dikepala hingga membuat gelisah seolah mengajakku bermesraan dalam ibadahku "kenapa ada si sirun" heranku, aku tak ingat al fatihahnya sampai dimana hingga ku ulang lagi, dalam hati "ini gak bener, ini setan" Lalu ku teruskan hingga selesai. 

Siang harinya ada kepungan (syukuran atau mendoa) dirumah seorang kakek yang sudah tua, mungkin anaknya datang dari Jakarta dalam hatiku, kira-kira 200 meter jaraknya dari rumah, kebiasaan orang jawa kalau kepungan biasanya berjalan sambil merokok kemudian bersalaman dan saling tunggu supaya datangnya bareng, masih teringat iklan rokok di TV "gak ada lo gak rame!". 

Setelah sampai di rumah kakek sebut saja Paijo, orang-orang sudah banyak yang berkumpul, yang kulihat adalah barisan bapak-bapak dengan peci hitam, kemeja batik, sarung dan kepulan asap yang memenuhi ruangan lalu aku melihat baju ku yang berbeda dengan mereka karna mengenakan baju koko dan peci bulat, tak lama setelah selesai mendoa dari luar pintu tampak sekelebatan kerudung warna biru muda seorang cewek yang tak ku kenal "siapa? MashaAllah cantik" riuh aku dibuatnya, sampai aku lupa meminum teh dan jajanan yang sudah disediakan hingga malu sendiri karna dilihat bapak-bapak yang tersenyum, bila ku terjemahkan sendiri "sikat le ojo kesuen, kapan meneh, koe urung mbojo to!?" khayalku, tapi hati berkata ini setan lagi, muka ku merah. 

Sepulangnya dari kepungan aku berniat mencari adekku yang baru kelas 2 SD, karena dia susah sekali makan makanya kusisakan paha ayam untuknya, setengah jam sudah mencari diteriknya matahari ternyata dia datang dengan santainya menaiki sepeda, 

"Dari mana? Panas-panas main sepeda! Gak tidur siang!" lalu dia menjawab dengan polosnya,"adek dari sepedaan di sungai gak panas kok la wong main ditempat teduh", ini anak jujur sekali tapi nanti bisa kena pukul ibu ku, bukannya main disekitaran rumah malah kesungai bahaya teringat zaman ku masih sekolah banyak anak - anak terserek arus sungai. 

Setelah menemani adik ku makan sambil melihat acara kartun di TV, ia pun bergegas kembali untuk main sepeda lagi, "mas minta uang", ujarnya tanpa dosa, "untuk beli apa?" Balasku, "untuk beli minuman keras mas!" Teriaknya, sontak aku kaget minuman keras yang bagaimana ini, "ini bocah baru kelas dua SD, besar sedikit jadi perokok berat ini", "hus! Minuman keras apa?" Sambil ingin marah tapi penasaran, kemudian dijawabnya "es mas di warungnya Anti, ah gak gaul mas ini" tuturnya seperti orang dewasa, dan ternyata minuman keras itu adalah es batangan. 

Aku pun merasa bersalah lalu ku beri ia uang dua ribu rupiah sambil menggayuh sepeda dengan kecepatan 100 km/perjam (bohong), aku pun heran kenapa cepat sekali hingga teringat pesan ibu "mas, adekmu kemarin batuk pilek jangan dibelikan jajan es", aku pun berlari mengejarnya tapi sudah hilang seperti gundala, aku kena tipu sama dia dengan kecerdikan yang luar biasanya, "ini kalau ada orang liat ketawa pasti" renungku tapi aku teringat dari pagi tadi hingga siang menjelang sore ada-ada saja yang dialami mungkin setan pun tertawa kalau melihat kejadian yang begini, sampai-sampai baju yang ku pakai untuk mengejar pembalap moto gp tadi pun terbalik dan luput dari konsetrasiku yang baru pulang dari kepungan. 
Setan Pun Ingin Bercanda
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.