Dunia Didalam Gerbong

Dunia Didalam Gerbong

Sepanjang jalan kereta Sri tanjung arah surabaya, dinginnya AC 27,6 derajat celsius memberikan kesan kaku penumpang lansia, seakan warga eskimo yang sedang berkerumun di kedinginan, tak ingat akan buruan lupa dengan serigala pencuri daging(copet) seperti waktu dulu. 

Layaknya hotel berbintang, pemandangan indah di kanan dan kiri jendela pagi itu dengan keamanan kelas elite, merenung dan menyadari ada tarzan sedang masuk kereta saat ini, duduk dibarisan gerbong depan nomor 15 E memegang buku edisi lama karya seorang cucu ulama yang satu pemainan dengan Gus Dur, "Sedang Tuhanpun Cemburu" itu cover depannya, fokus mengeja arti sampai tak peduli pragawati nan molek bergaya bak artis film Jepang menawan melintas dengan senyuman dan makanan siang itu"nasi goreng! Nasinya mas, nasi gorengnya buk" aku jadi teringat kakek sugiono, lagi pula ini didalam kereta pikirku jorok. 

Tetap saja kodratnya, diri ini manusia, sedang salah seorang sufi pun pernah tergoda, denyut kepala tak terkendali dipenjara di otak yang memanas bersuhu tinggi suasana yang tadi dingin menjadi panas, menundukkan pandangan sambil mengingat sang kholiq,"astafirullahaladzim". 

Tak berapa lama bunyi suara memenuhi gerbong, "para penumpang sesaat lagi, kereta akan berhenti distasiun probolinggo", setidaknya ada pengalihan untuk berfikir kotor hilang dengan suara penumpang ramai berjubel naik dan turun kereta, sehingga ada warga negara asing, seorang traveler duduk didepan, sekarang digerbong ini bukan hanya lansia, tarzan, dan sekarang ada bule disatu wadah yang sama. 

Mendengar musik mungkin alternatif pengalihan dari pikiran yang sudah melayang hingga shaf langit ketujuh untuk memetik wahyu baru di alam malakut, jadi terinspirasi dengan pepatah orang minang "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" tapi bagaimana pengaplikasianya risauku bingung, mungkin aku harus diam, menjalani kehidupan singkat didalam sebuah lokomotif dan membiarkan kereta dan waktu yang berjalan. 

Catatan : Krisnanto Adi Sulaksono

Dunia Didalam Gerbong
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.