“Ada Yang Hilang”

“Ada Yang Hilang”

Awal musim di pagi September 2018 aroma putik-putik bunga mangga di halaman rumah menyengat sampai ke kamar tidur, dipadu sejuk udara pagi, seharusnya itu adalah pagi yang indah diawal musim bunga mangga, dimana beberapa bulan berikutnya anak-anak kampung akan semakin meriah, dengan teriakan mereka memetik mangga. 

Namun tidak sedemikian halnya, enam bulan belakangan ini merupakan hari-hari yang penuh dengan lamunan, saya melamunkan diri merenungkan diri bertanya-tanya, kemana bagian dari diri saya yang hilang, ada yang hilang pada diri saya, suatu kehilangan yang tidak ingin saya cari. 
“Ada Yang Hilang”
(Ilustrasi, Sumber : swarnanews.co.id)
Ketahuilah kawan saya telah kehilangan keceriaan seperti yang terdahulu, semenjak saya tidak lagi menghisap nikotin dan menyeruput kopi pagi selama enam bulan terakhir. 

Keputusan saya keluar dari jerat jahanam rokok telah mengantarkan saya kepada hari-hari yang baru, namun sayangnya hari-hari itu terasa sangat baru bagi saya, sehingga saya melaluinya dengan banyak kegamangan dan kegagapan. 

Efek yang ditimbulkan akibat saya menghentikan seketika asupan racun berbahaya selama ini, ternyata membuat saya sangat menderita secara fisik dan psikis, dari ceritera para juragan-jurgan di group WA “Cold Turkey”, hampir semuanya mengalami dan menjadi pesakitan setelah stop total merokok. 

Kesimpulan yang tidak pernah cocok 

Meski terlalu dini saya menyebutkan ini, namun saya ingin katakan bahwa “Semenjak berhenti merokok, seluruh penyakit seakan keluar satu persatu”, selama ini saya tidak pernah mengenal yang namanya asam lambung, sakit dada dan kepala pusing setiap detik selama tiga bulan penuh 24 jam, sekarang saya merasakannya. 

Namun sayang kesimpulan yang saya buat tidak pernah cocok dengan keterangan dokter, terkait efek setelah berhenti merokok, setiap dokter yang saya kunjungi seakan menolak bahwa : berhenti merokok itu tidak berpengaruh apa-apa terhadap tubuh. 

Sekarang saya tidak ambil pusing dengan pendapat medis, saya nikmati dengan sabar semua sakit yang tumbuh hilang silih berganti ini, dengan keyakinan saat ini tubuh saya lebih sehat dibandingkan ketika saya masih merokok dulu. 

Seperti dua sisi mata uang saya sekarang ini, satu sisi saya merasa kehilangan satu sisi lagi saya seperti kebingungan menjadi diri saya yang baru. Setiap saya merasa kehilangan keceriaan diri saya yang dulu, lalu saya mencoba tertawa entah itu mentertawakan sesuatu, namun tetap saja tertawa itu tidak lagi senikmat tawa saya yang dulu. 

Ketika saya merasa menjadi diri saya yang baru, ternyata sama saja bingungnya dengan saya merasa kehilangan sesuatu, dahulu biasanya bangun pagi istri saya siapkan secangkir kopi hitam toraja yang nikmat ditemani sebungkus rokok, pagi terasa indah sekali, sekarang meski pagi dihiasi aroma rumput basah dan putik-putik mangga yang harum, tetap saja saya merasa bingung ini pagi yang mana? 

Mengapa pagi seperti itu tidak pernah ada dalam hidup saya sebelum ini, dahulu ketika saya nyetir mobil keluar kota membawa keluarga berkunjung kerumah nenek-neneknya, sambil diperjalanan nikmat sekali menghisap berbatang-batang rokok jahanam itu, sekarang jangankan nyetir keluar kota, ngantar istri belanja kepasar pake motor takutnya minta ampun. 

Itulah diri saya yang baru dengan moment kehidupan yang baru, tertatih tatih saya melaluinya hari demi hari membiasakan diri disela ketakutan, kesakitan, kehilangan dan kebingungan, saya telah menjadi seorang yang baru. 

Andai saja semua itu sama dengan metamerfosa barangkali saya tinggal mencari putik bunga untuk kuhisap sari bunganya, namun tidak demikian ternyata saya menjadi sesuatu yang baru ditengah rasa kehilangan yang sangat dahsyat terhadap diri saya yang dahulu. 

(*) Spesial untuk para pejuang “Cold Turkey”, mereka yang berjuang keluar dari belenggu rokok


Joint ke group Whatsapp khusus: Berhenti merokok dengan cara cold turkey.
“Ada Yang Hilang”
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.