Lebaran Di Kuburan

Lebaran Di Kuburan

Sudah dua kali lebaran saya tidak pulang kampung, dua kali lebaran itu pula membuat saya ingin menulis artikel ini, karena memang terasa sekali corak yang berbeda berlebaran di kampung dengan di rantau, barangkali lebaran di kampung anda juga berbeda kawan. 

Meski Indonesia merupakan daerah timur dan semua penduduknya disebut dengan penduduk berbudaya timur, namun untuk beberapa kategori (termasuk lebaran ini) punya perbedaan, saya percaya banyak sekali perbedaan yang lainnya jika kita memerhatikan di setiap pelosok Indonesia. 

Saya orang Sumatera Barat sedari kecil hingga remaja saya di bentuk oleh budaya suku minang, karena dalam adat minang biasa saja untuk berlepas pikiran soal keduniaan social ini, maka dari itu tidak bermaksud saya menyudutkan atau merendahkan suatu bangsa lain atau suku lain tentang perbedaan yang ditimbulkan soal budaya ini. 

Ketika kita melihat momen lebaran itu adalah suatu kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh (Ingat bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa ya), maka euforianya sangat kental pada hari pertama hingga hari ketiga lebaran idul fitri. 

Seperti yang sudah kita singgung pada awal paragraph diatas, budaya setiap daerah di Indonesia juga berbeda-beda dalam menyambut hari idul fitri itu, khususnya di tempat saya di daerah Padang Sumatera Barat sana, kunjung mengunjungi adalah hal paling umum dan paling sacral terlihat. 

Anda bisa bayangkan selesai sholat sunat hari raya idul fitri dalam perjalanan pulang jemaah sholat biasanya singgah di rumah-rumah sepanjang jalan pulang, kemudian yang paling akrab sekali setiap orang yang bertemu saling bersalam berjabat tangan, barangkali maksudnya meminta maaf. 

Masih pada hari lebaran pertama rutinitas budaya yang biasa terjadi di Padang Sumatera Barat sana adalah ; adanya kunjungan atau mengadakan kunjungan ke rumah-rumah sanak keluarga, dan setiap kunjungan itu biasanya membawa kue atau nasi dan lauk dalam rantang. 

Indah sekali terasa, terlabih ada saudara atau orang kampung yang pulang dari rantau, moment yang paling ditunggu-tunggu yaitu bertemu dengan mereka yang pulang dari rantau, pokoknya lebaran itu yang saling berkunjung sesama sanak, keluarga, teman, sahabat, menantu dan mertua, dan lain sebagainya. 

Soal kuburan ini adalah pandangan yang paling khusus, di kampung saya ziarah kubur itu lazim dilakukan pada hari apa saja, tidak ada hari khusus untuk berziarah kubur, tidak ada ziarah kubur di khususkan pada hari pertama puasa atau menjelang puasa. 

Lebaran Di Kuburan

Tidak ada ziarah kubur yang khusus dilakukan pada hari lebaran idul fitri saja, artinya pada hari lebaran idul fitri seandainya ada orang yang melakukan ziarah kubur tidak se-riuh, atau se-pasar atau se-ramai disini dirantau saya yang sekarang ini. 

Suasana “kuburan” ini sudah terasa semenjak sebelum masuk bulan ramadhan, disini adalah hal yang dianjurkan (mendekati wajib) ketika memasuki awal ramadhan untuk pergi menziarahi kuburan, dan puncak dari semua keriuhan kuburan itu akan terasa sekali ketika selesai sholat sunat idul fitri. 

Setiap pelosok kampung yang memiliki tempat pemakaman umum, pada hari lebaran idul fitri akan ramai dikunjungi oleh penziarah, dan semua itu akan dimulai dari semenjak selesai sholat idul fitri sampai hari lebaran ketiga bahkan ke empat dan seminggu setelah lebaran idul fitri. 

Saya menikmati betul soal pergi ke kuburan pada hari lebaran idul fitri di rantau ini, selama tiga hari penuh (dimulai dari hari setelah sholat idul fitri sampai selama seminggu setelah lebaran), hari pertama kuburan nenek ini yang di kunjungi, lalu nenek itu kemudian nenek itu lagi, pokoknya banyak. 

Hari kedua pergi ke daerah berikutnya juga ke kuburan lagi, ini disini kuburan nenek A dan kemudian nenek B, pokoknya hampir selama satu minggu itu kerjanya ngitung kuburan aja, maka dari itu saya pikir unik sekali suasana lebaran dirantau. 

Jangan Tanya soal berapa banyaknya penziarah di kuburan, buanyak sekali, kalau kebetulan TPU berada di pinggir jalan maka panjang sekali antriannya, dan tidak jarang macet. 

Maka dari itu karena suasana lebaran lebih focus ke kuburan maka saya berilah judul artikel ini “lebaran kuburan”, kunjung mengunjungi sesama sanak keluarga ditelan gemuruh orang di tanah pemakaman.
Lebaran Di Kuburan
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.