Satu Bulan Setelah Berhenti Merokok Secara Autodidak

Satu Bulan Setelah Berhenti Merokok Secara Autodidak

Mengenai berhenti merokok ini perlu saya perjelas, untuk anda yang tidak pernah merokok atau baru belajar merokok, atau tidak pernah menghayati rokok dengan kopi sama sekali, maka anda tidak akan merasakan sakitnya berhenti merokok. 

Hanya seorang perokok sekaligus peminum kopi tulen yang akan merasakan siksanya berhenti merokok, hal ini tidak lebay sama sekali, bagi saya yang sudah merasakannya, hari demi hari saya lalui dengan perasaan cemas dan takut. 

Menjelang satu bulan tidak menghisap rokok, hari demi hari selalu saja ada siksaannya, saya anggap semua yang saya alami ini adalah azab Tuhan, karena selama ini saya sudah menyia-nyiakan karunia-Nya untuk setiap inci tubuh ini, dengan harapan Allah mengampuni dosa-dosa saya selama ini. 

Sepanjang hari saya mengingat moment-moment pertama kali saya pernah menghisap barang jahannam itu, dan semua itu menjadi penyesalan yang tidak terhingga bagi saya. 

Sekarang jika ada hal yang bisa dikatakan keberhasilan yang nyata dalam hidup saya, maka keberhasilan itu adalah saya sudah berhenti merokok selama satu bulan lebih, saya pandangi satu persatu orang-orang terdekat dengan saya, istri dan anak-anak saya, dalam pikiran ini tumbuh bayangan, betapa beruntungnya saya tidak merokok lagi, dimana itu berarti keluarga saya selamat dari ancaman terdekat ketika saya merokok. 

Selain mengalami pusing setiap detik selama menjalani bulan pertama, rasanya setiap hari berganti-ganti saja sakit yang tumbuh didalam badan saya, nyeri ulu hati adalah sakit yang paling sering saya alami selama minggu pertama. 

Nyeri ulu hati kemudian naik ke dada, selain itu rasa sakit yang tidak kalah adalah, saya merasa nyeri paha dan setiap persendian tulang, pernah pada suatu hari karena saking takutnya rasa sakit yang saya alami, saya nekad langsung ke UGD, minta diperiksa jantung saya sama petugas UGD. 

Hasilnya ketika para petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, mereka mendapati tensi saya 150/80, kemudian datang dokter bertanya macam-macam. 

“Bapak sesak nafas” 

“Tidak, dok”, kata saya. 

“Sakit dada” 

“Tidak dok” 

Tidak berapa lama kemudian seorang perawat datang membawa thermometer, dimasukan kedalam ketiak saya, tidak lama kemudian bunyi biip, dilihat suhu tubuh saya 35,7, kata perawat tidak demam, dokter kemudian pencet-pencet perut saya. 

“Ini sakit” 

“Tidak dok” 

“Bapak sudah makan siang” 

“Belum dok” 

Setelah soal makan siang ini, dokter kembali ke meja UGD, dan mengatakan bahwa saya tidak apa-apa, hanya karena saya belum makan, sehingga asam lambung saya naik. 

Saya Tanya bukankah ini karena jantung, beliau menjawab sejauh ini belum, namun untuk memastikan saya disuruh EKG, untuk melakukan itu sebelumnya saya harus minta surat rujukan dari puskesmas. 

Peristiwa saya lari ke UGD selama minggu-minggu pertama dan kedua berhenti merokok, terjadi sebanyak 2 kali, semuanya bermuara ke diagnose asam lambung. 

Satu Bulan Setelah Berhenti Merokok Secara Autodidak
(ILustrasi : Infografis detik.com)
Jadi kesimpulan sementara saya, berhenti merokok selama minggu-minggu pertama mengakibatkan cepatnya naik asam lambung saya, mengingat horornya dampak berhenti merokok ini, apakah tidak ada dampak positifnya dari berhenti merokok. 

Untuk membahas dampak positif dari berhenti merokok tentu tidak mudah bagi saya, secara saya merasakan sakit setiap saat selama satu bulan pertama, maka dari itu untuk mengobat hati yang gelisah, saya minta pendapat istri, perubahan apa saja yang terjadi pada diri saya. 

Karena pikiran saya sedang tidak stabil, maka saya anggap pendapat orang lain tentang perubahan yang terjadi pada diri saya lebih objektif penilaianya. 

Istri saya bilang, banyak sekali perubahan yang terlihat pada diri saya, pertama, gigi saya sudah agak terlihat putih, kulit muka saya terlihat cerah bersih merah merona, tidak seperti sebelumnya, muka saya penuh dengan minyak dan kusam, terlihat sekali pori-porinya, sekarang tidak sama sekali. 

Sewaktu saya merokok pada kaki saya banyak sekali terdapat kulit mati, terkadang seperti sisik ikan bisa di kupas jika sudah di kupas rasanya sangat gatal sekali, selama satu bulan berhenti merokok sisik ikan tersebut hilang sama sekali dan saya tidak lagi merasakanj gatal. 

Kulit tangan atau lebih tepatnya kulit jari-jari tangan saya sewaktu masih merokok, banyak sekali terdapat bintik-bintik kecil berair, dan kalau sudah di pecah kemudian dia menghitam, rasanya sangat gatal sekali, sekarang setelah satu bulan berhenti merokok bintik-bintik dan bekas kulit terkelupas yang berwarna hitam pada setiap jari tangan saya, hilang sama sekali. 

Meski situasi saya masih di dominasi oleh suasana murung, namun perubahan kulit yang lebih terlihat oleh istri saya, selain itu saya semakin cerah merah merona dan bergairah, dan tanpa saya sadari nafas saya sekarang terasa lebih ringan dan lapang dari pada sebelumnya. 

Untuk sahabat pembaca yang ingin berhenti merokok, sebaiknya tidak usah takut, semua siksa (Bagi saya) yang terasa akan terbayar dengan kondisi tubuh yang lebih baik, jangan biarkan kondisi tubuh yang sudah rusak akibat rokok semakin dirusak dengan terus merokok, berhentilah merokok sekarang juga.
Satu Bulan Setelah Berhenti Merokok Secara Autodidak
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.