Mengapa Judulnya Berhenti Merokok Secara Autodidak

Mengapa Judulnya Berhenti Merokok Secara Autodidak

Persisnya kapan pertama kali menghisap rokok jelas saya tidak ingat lagi, namun yang pasti saya merokok merupakan suatu proses autodidak, tidak ada yang mengajak atau memaksa saya merokok, merokoknya atas kemauan saya sendiri, karena dulu saya melihat keren sekali orang-orang yang bisa mengeluarkan asap rokok dari lubang hidungnya. 

Mengapa Judulnya Berhenti Merokok Secara Autodidak
(Ilustrasi Foto : mtcc.umy.ac.id)

Itu saja tidak ada unsur lain, sebagai turunannya berikutnya lama-lama saya baru merasa kecanduan, sekarang sudah 55 hari saya berhenti merokok, untuk semua kejadian dan pengalaman buruk saya selama menghisap rokok, saya ingin berhenti merokok dengan cara autodidak juga. 

Jadi ketika saya memulainya dengan autodidak sekarang saya juga ingin mengakhirinya dengan autodidak pula, saya tidak ingin belarut-larut menyesali kesalahan menghisap rokok selama ini, sekarang saya anggap semua itu adalah dosa besar saya, karena tidak menjaga nikmat Allah yaitu setiap inci dari bagian tubuh saya ini. 

Setelah 55 hari berhenti merokok, sekarang saya sudah merasa tubuh ini banyak perubahan kearah yang baik, meski sesekali saya masih merasakan asam lambung menyesak hingga ke dada. 

Tanggal 17 Mei 2018 lalu saya mengajak istri saya untuk periksa sakit yang sering terasa di dada, sakitnya berpindah-pindah kadang terasa bagian kanan kemudian pindah ke bagian tengah dan tidak lama kemudian pindah kebagian kiri, sesekali nafas terasa berat, dan kalau bagun subuh sering seakan-akan ada yang naik ke tenggorokan. 

Ketika saya periksa ke dokter spesialis penyakit dalam, dan menyampaikan semua keluhan, dokter bilang itu karena penyakit maag, kira-kira begini percakapannya. 

“Apa keluhannya ?”, Tanya dokter 

“Saya sering merasa sakit dada, dok” 

“Bagaimana intensitasnya ?” 

“Kadang sakit sebelah kiri, tidak lama kemudian pindah lagi ke bagian tengah dada, dan kalau tidur miring ke kanan sakitnya pindah ke kanan” 

“Apa sakitnya terasa tembus ke punggung ?” 

“Tidak dok, pernah sih sakit juga bagian punggung tapi tidak bersamaan datangnya dengan sakit bagian dada” 

“Pernah sakitnya terasa sampai leher, atau menjalar ke dua lengan ?” 

“Tidak pernah dok” 

“Oke baiklah, itu nyeri ulu hati atau dibilang juga dengan sakit maag” 

“Dok saya sudah satu bulan ini berhenti merokok, apakah semua ini ada hubungannya dengan berhenti merokok ? saya sering ketakutan dan cemas, beberapa waktu sebelum ini saya juga pernah ke UGD karena nyeri dada ini, saya takutnya jantung dok !!” 

“Lalu apa hasil diagnose dokter waktu di UGD ?” 

“Sakit maag juga dok” 

“Berhenti merokok itu malah bagus, dari keluhan bapak tidak ada yang mengarah ke jantung” 

“Apa tidak sebaiknya saya EKG dok?” 

“Ah tidak usah, jangan terlalu dicemaskan, kita obati dulu sakit maagnya” 

“Jadi ada gak hubungannya dengan berhenti merokok dok?” 

“Sudah berapa lama tidak merokok ?” 

“Dengan sekarang sudah masuk bulan kedua tidak merokok, dok ?” 

“Tentu saja ada hubungannya, tapi bapak sudah bagus berhenti merokok, perlahan-lahan kondisi tubuh akan diperbaiki” 

Terlihat kemudian dokter menuliskan sesuatu yang saya percaya itu adalah resep dokter. 

“Sekarang bapak jangan makan atau minum yang asam-asam, saya kasih obat untuk maag” 

Saya ambil resep kemudian kami tinggalkan ruangan dokter, diresep itu saya lihat ada merek obat Omeprazole dan Sukralfat cair. 

Perkataan dokter yang terakhir itu di dengar oleh saya dan istri saya, jadi istri saya juga merasa plong, karena yang saya keluhkan selama ini tidak ada hubungannya dengan jantung, dan yang paling penting saya merasa optimis sekali kalau tubuh ini dalam tahap perbaikan. 

Jadi bagi sahabat pembaca yang sedang berjuang berhenti merokok, apaun itu modelnya selama sahabat kuatkan hati dan konsisten dengan niat, InsyaAllah semuanya akan kembali dimudahkan. 

Alhamdulillah semenjak puasa pertama saya tidak pernah absen puasa, dan hingga tulisan ini diterbitkan sakit maag saya sudah jauh berangsur membaik, meski obat maag yang diresepkan dokter sudah habis.
Mengapa Judulnya Berhenti Merokok Secara Autodidak
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.