Pengobat Rindu Itu Bernama Google Earth

Pengobat Rindu Itu Bernama Google Earth

Pertama kali saya mendapat surat cinta (Surat yang menyatakan rasa suka dan sayang dan ingin memiliki dari seorang lawan jenis, “Trully love letter”) adalah ketika saya duduk dibangku kelas 3 Aliyah, pengalaman itu menandakan bahwa sejelek-jeleknya muka saya, ternyata masih ada lawan jenis saya yang menaruh suka, untuk kedepannya hal itu sedikit banyaknya membuat saya percaya diri menghadapi kejadian mendadak bertemu dengan wanita cantik dan semlahoi. 

Kembali pada “Trully love letter” dimana isinya sebaiknya tidak kita rinci disini, akibat tidak kuasanya menahan emosi rindu, seorang perempuan dengan merahasiakan identitasnya menyampaikan keluhannya, sebagai bentuk pengobat rindunya, nah pada tahapan ini barangkali kita bisa membaca rindu yang dimaksud bermula dari sebuah hasrat, hasrat ingin memiliki suatu keindahan. 

Meski pada kenyataannya saya sama sekali tidak mengenal perempuan yang sudah mengirimkan “Trully love letter” kepada saya itu, namun rindu yang dikirimkannya disini bukan rindu yang bisa diobati oleh Google Earth, maka dari itu estetikanya disini adalah perasaan, barangkali setiap hari perempuan ini bertatap muka dan betemu pandang dengan saya, namun karena rindunya karena ingin memiliki saya, maka jelas dia tidak membutuhkan google earth. 

Sepanjang usia ditempuh badan, masa lalu akan selalu menjadi bagian terindah atau tersedih yang pernah kita lalui, metode lahirnya rindu pada masa lalu ini agak sporadis, ketika mengerjakan sesuatu yang berhubungan misalnya, maka kita seakan mengingat pada masa lalu pernah pula mengalami atau melakukan kegiatan tersebut. 

Selagi sesuatu bersifat kegiatan maka rindu yang timbul itu menurut saya juga tidak membutuhkan Google earth. 


Lalu dibagian mana rindu ini membutuhkan Google Earth ? 

Katakanlah anda seorang yang hidupnya nomaden sedari lahir, maka pada situasi seperti ini rindu suatu tempat sangat membutuhkan google earth. 

Semisal saya umpamanya, hidup saya tidak terlalu nomaden, namun pada tahapan tertentu saya sering berpindah-pindah tempat, entah itu karena pekerjaan dan tuntutan keluarga. 

Kebutuhan akan google earth untuk mengobati rindu sangat terasa sekali ketika saya jauh dari kampung, manakala kerinduan itu semakin menyesak, saya scroll dan zoom terus aplikasi google earth, disetiap sudut foto yang tampak disana bermain kenangan-kenangan semasa di kampung. 

Selama google earth menampilkan citra bumi dari sudut manapun, maka selama itu rindu kampung halaman setidaknya akan terobati. 

Pada suatu malam saya pernah scroll google earth ke puncak gunung yang pernah saya naiki, meski bagian puncak tersebut bukanlah foto pencitraan yang sudah di garis google, namun otak saya langsung memutar memori tahun nan silam tentang kenangan manis yang pernah saya lalui, begitulah cara kerja kesaktian google earth dalam mengingat masa lalu saya.
Pengobat Rindu Itu Bernama Google Earth
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.