Saya Sedang Menggunakan Mesin Waktu

Saya Sedang Menggunakan Mesin Waktu

Jika hidup ini bisa di forward seperti progress bar pada video, maka hal pertama yang ingin saya lihat adalah suatu masa ketika saya bersekolah di MTsN Ganting Padang Panjang, indah tak terkira.

Masih kuingat hari pertama datang ke sekolah itu, menempuh 12 jam perjalanan dengan bus Sitra, pada moment pendaftaran sekaligus tes ujian masuk MTsN Ganting Padang Panjang.

Pagi sekira pukul setengah enam, saya bersama mama yang turut mengantar, tidak pernah saya menemukan pagi sedingin di padang panjang waktu itu, mulut gemeretak kaki turut menggigil, sekolah kenangan saya masih ditutup kabut gunung merapi yang turun perlahan-lahan, hadiah menahan kedinginan itu diperoleh ketika matahari menghamburkan cahaya hangatnya, meski terasa hangat sesekali mulut saya gemertak juga manakala datang angin dari gunung, lalu kemudian terhampar pemandangan indah, kaki gunung tandike dan jenjang-jenjang sawah, serta langit biru dan awan putih, oh indah sekali pemandangan di sekolahku.
MtsN ganting padang pnjang
(Tiang basket itu masih seperti waktu dulu saya sekolah di sana)
Hari-hari berikutnya di MTsN Ganting saya lalui dengan damai penuh petualangan, usia saya kala itu sekitar 10 tahun, selama saya menyelesaikan studi di MTs Ganting, pada mulanya tentu tidak mudah bagi seorang kanak-kanak seperti seperti saya untuk tinggal dan menetap di asrama sekolah.

Tamat SD hidup terpisah dari orang tua, biasanya pakaian dicucikan sekarang harus dicuci sendiri, biasanya makan makanan apa yang diinginkan, sekarang harus terbiasa dengan makanan jatah.

Tapi itulah indahnya padang panjang, kota ini tidak membiarkan saya berlama-lama dalam kesedihan hidup terpisah dari orang tua, udaranya yang sejuk, sawahnya yang berjenjang-jenjang, serta halusnya tutur kata orang, segera membuat saya lupa akan kesedihan saya.

Saya ceriterakan sejenak tentang jam pelajaran sekolah saya, khusus untuk anak yang tinggal di asrama putra termasuk saya.

Kita mulai dari subuh, waktu subuh ini adalah masa yang menurut saya paling kelam ketika mula-mula saya di MTs Ganting, bagaimana pula tidak, jika dirumah mama saya selalu membangunkan saya dengan panggilan yang lembut untuk sholat subuh, tapi di asrama ketika waktu subuh mulai tercium, pukul 4 subuh ibu asrama datang membawa sebilah pentungan, sambil memukul-mukulkan pentung di setiap ranjang besi kami anak-anak, ibu asrama tidak henti-hentinya berteriak, “BANGUUN, anak-anak cepat berwudhu”, ada pula teman saya yang masih malas-malasan bangun, ia tidur sambil duduk, ketika mengetahui hal tersebut ibu asrama segera memercikkan air ke muka anak itu.

Lalu saya termasuk anak yang paling sering mendapat siraman air dingin, manakala ibu asrama datang dan membangunkan kami untuk sholat subuh.

Lepas sholat subuh kami tidak serta merta boleh kembali ke kasur kami yang hangat, ada serangkaian acara yang diselenggarakan menjelang pukul enam, menghafal Al-quran surah ke 32 As-sajadah, ceramah singkat baru setelah itu bubar, pembaca bisa bayangkan ditengah hantaman dingin menusuk telinga, lidah saya terbata-bata membaca ayat suci Al-quran, jadi lebih banyak Rrrrr-nya dari pada bacaan ayatnya.

Tapi percayalah setelah rangkaian subuh itu selesai, kami menikmati pemandangan nan indah dengan hamparan sawah dan abu vulkanik gunung merapi, bersama-sama kami membawa piring dan gelas pergi ke dapur asrama, mengambil jatah nasi pagi, oh ya mengambil nasi ini harus pakai kupon, kebijakan ini barangkali untuk menyiasati anak-anak yang ingin makan dua kali, sau kupon untuk satu piring nasi lauknya serta air minum.

Hiburan kami menjelang sampai ke dapur asrama adalah hal yang paling indah setelah pemandangan alam tadi, dimana ketika kami melewati asrama wanita, jika sahabat pembaca melihat beningnya embun pagi, maka kala itu kami menikmati dua kali bening, beningnya embun pagi dan yang bening-bening di asrama wanita.

Setelah makan pagi dengan muka cerah berseri dan merona, kami berangkat ke ruang kelas, siap menerima ilmu sampai selesai jam sekolah sekira pukul tiga sore, setelah asyar adalah waktu bebas, anak-anak diasrama melakukan bermacam kegiatan, saya termasuk yang paling suka bermain volley ball dan sepak takraw ketika sore menjelang magrib.

Sepertinya perjalanan mesin waktu ini akan kita sambung pada artikel berikutnya, mata saya sudah ngantuk, sudah ya sabahat pembaca ! lain kali kita sambung lagi.
Saya Sedang Menggunakan Mesin Waktu
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.