Oase Di Padang Pasir Kampus

Oase Di Padang Pasir Kampus

Sewaktu saya lulus di Universitas Negeri di Kota Padang kemudian menjalani hari-hari perkuliahan, baru terbukti apa yang pernah diucapkan abang saya, begini katanya “Kalau sudah kuliah hanya 2 SKS saja kau akan berjumpa dengan pelajaran agama, sampai kau menyelesaikan sarjanamu”.

Ketika itu sungguh sangat rindu saya dengan pelajaran Aqidah Akhlak, Qur’an Hadist, dan Ilmu Fiqih, seperti yang selalu saya pelajari sewaktu saya sekolah di Madrasah Aliyah.

Berada di lingkungan kampus seakan pergi ke peragaan busana, disepanjang jalan mulai dari halte bus, pelataran parkir kampus, laboratorium, gedung perkuliahan, perempuan-perempuan molek nan seksi berjubel dengan busana zaman now waktu itu.

Sehingga pernah salah seorang sahabat saya mengatakan, disini banyak perempuan “Narkoba” kependekan dari “Nampak Kolor Belakang”, tidak berlebihan memang sahabat saya itu beranggapan demikian, meski sudah susah payah saya menghindari pemandangan “Narkoba” itu, kemana mata tertunduk tetap saja berjumpa dengan perempuan “Narkoba”, macam-macam motifnya, ada hellokitty, tulisan CK, dan bermacam merek kolor perempuan lainnya.

Kata mentor agama saya yang beberapa waktu setelah itu menjadi ustadz, begitulah resikonya kalau kuliah di Universitas Umum, kalau tidak ingin ternikmati pemandangan “Perempuan Narkoba” sebaiknya kuliah saja di Institute khusus agama.

Dunia catwalk kampus seperti diatas perlahan namun pasti, membuat mata saya terbiasa dengan pemandangan wanita yang tidak menutup aurat, rasa takut, prihatin, dan insting untuk istighfar tidak lagi tumbuh sebagaimana mestinya, seperti ketika saya sekolah di Madrasah Aliyah dulu.

Begitulah yang terjadi selama saya menjalani perkuliahan, pemandangan seksi dan semlahoi itu terjadi terus menerus, sepanjang saya bertemu dengan mahluk Hawa, bisa ditung jari saja perempuan yang tidak membuat saya menelan air ludah, ketika saya memandangnya.

Pada akhirnya saya benar-benar haus dengan gemblengan akhlak yang mulia, “Perahu penyelamat” yang saya harapkan dari mata kuliah agama, seperti tidak mengantarkan saya sampai ke seberang tujuan, saya seakan ditinggal ditengah gelombang nafsu birahi yang tidak kenal ampun disepanjang catwalk kampus.
Salah satu kampus yang ada di Kota Padang
(Salah satu kampus yang ada di Kota Padang, Foto : skyscrapercity)
Hingga kini jika saya ingat masa-masa kuliah dulu, seakan itu adalah secangkir kopi toraja di pagi yang dingin, terkadang terasa pahit terkadang terasa manis, pahit ketika saya menyadari rohani saya tidak dibimbing dengan baik kala itu, dan manis ketika saya berhasil mengalihkan pandangan dari pakaian dalam yang nongol dipinggang bagian belakang perempuan semlahoi kampus kepada hijaunya perbukitan di kampus saya, pada saat bus kampus meraung-raung menaiki bukit.
Oase Di Padang Pasir Kampus
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Note: only a member of this blog may post a comment.