Zulfadli Adha

Selamat Datang...

"Mari kita bersihkan genangan ini sebelum anak-anak bangun"

MULAIGabung

Memetik Hidayah

Bismillahirrahmanirrohim. 

Aku berlindung kepada Allah dari iblis, setan, dan pengikutnya, yang terkutuk, semoga Rahmat Allah senantiasa tercurah untuk kita semua, Aamiin.

Sahabat pembaca dimanapun sekarang berada, marilah kita bersama meminta kepada Allah atau Tuhan kita masing-masing, untuk senantiasa melembutkan hati kita, sebagaimana kita ketahui iblis dan pengikutnya tidak akan pernah berhenti mencoba merusak dan menghancurkan hidup kita dari segala sisi yang mereka punya. 

Mengapa saya menyarankan agar sahabat semua meminta dilembutkan hatinya? Sungguh dengan hati yang lembut itu kita bisa melihat Keagungan Allah, Tuhan semesta alam, dengan hati yang lembut kita senantiasa akan bersyukur dengan semua nikmat yang diberikan-Nya. 

Sebelum kita lanjutkan artikel ini, saya ingin berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya yang tergabung dalam grup perjuangan berhenti merokok di WA, grup “Cold Turkey” yang terbentuk pada tanggal 19 juni 2018, anda-anda semua telah sudi menjadi teman sekaligus sahabat berbagi, ketika saya mengalami banyak kesakitan salah satunya diakibatkan berhenti merokok. 

Selama rentang waktu menjadi pesakitan itu, banyak hal yang telah berubah dalam hidup saya, saya berharap persahabatan yang terbentuk meski kita semua belum pernah saling bersua, membuat kita semakin kuat menapak jalan kedepan yang sama-sama masih harus kita lalui, terlebih semenjak kita telah menjadi diri kita yang baru (Mantan perokok). 

Saya berlindung kepada Allah, semoga tulisan ini tidak membawa keburukan untuk kita semua, dan ini sebagai bentuk penghargaan saya kepada semua sahabat-sahabat pejuang “Cold Turkey”, yang berasal dari berbagai bangsa yang bebeda, suku yang berbeda, bahasa yang berbeda, keyakinan yang berbeda, dan semua hal yang menjadi perbedaan diantara kita semua, meski kita belum pernah bersua, namun kita dipertemukan oleh nasib yang sama, yakni menjadi pesakitan sebagai salah satu akibat dari berhenti merokok. 

Saat menulis artikel ini saya ditemani alunan Murrotal Surah Ali-imran yang di lantunkan oleh ustadz Abdul Qodir, tidak saya pungkiri air mata saya terus mengalir mendengar ayat demi ayat yang beliau bacakan, saya akui semenjak berhenti merokok, saya mengalami kejiwaan yang tragis karenanya, hati saya mudah sekali sedih.


Sebagaimana yang pernah di katakan juragan Wibowo Dlb Sf dalam chatingan grup cold turkey “welcome to the Lebay Community”, pendapat itu senada dengan yang pernah diucapkan istri saya, kalau saya sekarang lebih banyak lebaynya. 

Pendapat senada soal lebay ini juga banyak dilontarkan oleh teman-teman lainnya di grup tersebut, ya mengapa sekarang saya seolah sering mengeluhkan hal-hal kecil yang sepatutnya bisa di diamkan, barangkali itulah salah satu pengaruh berhenti dari merokok itu sendiri. 

Menyusuri jejak selama berhenti merokok banyak hal menarik yang barangkali bisa kita rekam, karena tidak merokok bukan saja soal menghilangkan suatu kebiasaan, tapi juga menempuh suatu pengalaman Spritual yang sukar untuk di terjemahkan, namun terasa nyata dalam jiwa. 

Saya tidak ingin pengalaman seperti ini menguap begitu saja, lalu besoknya kita lupa terhadap perubahan yang telah kita lalui, khususnya terkait berhenti merokok. 

Pada suatu pagi ketika masih tahap awal berhenti merokok, adalah saat pertama kali saya merasakan pandangan nanar sepanjang waktu, hari itulah saya merenungkan diri lebih dalam, inikah yang disebut pintu kematian, pada saat itu saya mengalami ketakutan yang sulit untuk dilukiskan, ketakutan yang sangat nyata tentang apa saja yang terjadi disepanjang hari. 

Ketakutan seperti itu juga dialami oleh sebahagian sahabat-sahabat di grup Cold Turkey, salah satu ketakutan saya adalah takut mati dan takut terkena penyakit berbahaya, kemudian saya coba menelusuri kembali jejak hidup saya, mulai dari moment-moment berharga sampai ke detik saya berhenti merokok. 

Kehidupan saya sebelumnya jauh dari nuansa rohani, ketika mengalami perasaan takut mati, saya coba tata ulang kembali, membangun kembali puing-puing rohani yang sudah pecah dalam waktu yang cukup lama, dan bayangan kematian seakan semakin dekat, saya merasa waktu tidak cukup untuk bertaubat. 

Siang ketika hati dalam suasana nelangsa, saya baca-baca kembali chatingan keluhan dan motivasi yang ada di grup dan di trit “Cold Turkey” di kaskus, rerata mereka yang menulis mengakui kehidupan mereka berubah, barangkali yang mereka maksud adalah kehidupan kejiwaan mereka, sekarang mereka semakin dekat dengan ibadah kepada Tuhannya. 

Lalu saya juga mencoba berkaca, sebelum berhenti merokok betapa banyaknya ujian hidup yang sudah saya lalui, namun pada semua ujian itu belum terketuk pintu hati saya untuk menyembah kepada Allah semata, sebelumnya saya menyembah uang, kekayaan, jabatan, dan kerakusan duniawi lainnya. 

Semenjak berhenti merokok merasakan sakit dan mengalami ketakutan jiwa akan kematian, saya mulai mengerjakan sholat, mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah-ibadah wajib dan sunnah lainnya. Saya teringat pada suatu kali juragan Wibowo Dlb Sf pernah menuliskan “Itulah yang disebut hidayah gan … kita harus bangga bahwa hidayah itu jatuh ke diri kita”, demikian juga halnya dengan juragan Felix, Iman Sudrajat, dan A Burhan Pramono yang mengaku banyak hal yang berubah dalam hidupnya. 

Dalam kehidupan ini barangkali Allah senantiasa memberikan hidayahnya kepada setiap hambanya, hanya saja tidak setiap hambanya yang mau dan sudi mengambil hidayah itu, sebagaimana diri saya sendiri sebelum berhenti merokok, hidup berantakan, sehingga bagitu mudah kemaksiatan datang dan membuat kita selalu berada dalam kesesatan dan kekeringan jiwa yang akut. 

Sahabat pembaca, apapun keyakinan anda, marilah kita bersama-sama menjadikan peristiwa siksaan berhenti merokok ini, sebagai suatu pintu untuk kita memasuki kehidupan yang lebih indah lagi, dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta kita. 

Sedari dulu barangkali Kita merindukan kehidupan yang tenang, damai dan bahagia, namun dalam pada itu tanpa kita sadari kita pernah merusaknya dengan berbatang rokok, dan betapa banyaknya korban rokok yang juga tidak terselamatkan nyawanya, setelah mengalami berbagai penyakit berbahaya akibat rokok, bahkan juragan Felix sendiri pernah mengakui lebih menyiksa kehilangan nikotin atau Tar rokok daripada putus narkoba, sekarang baru kita sadar ternyata “Tuhan 9 cm” Taufik Ismail itu lebih merusak kita daripada narkoba yang berbahaya sekalipun. 

Sekarang saya bahkan mungkin sahabat juga, sedang bergerak menuju hari-hari yang seharusnya indah, karena sudah terlepas diri dari belenggu jahannam rokok, namun dalam melaluinya saya tetap menyimpan kecemasan-kecemasan kecil, tentang berbagai hal terkait penyakit yang disebabkan rokok, untuk itu sahabat saya memetik hidayah ini. 

Saya ingin disisa hidup ini memiliki bekal yang akan saya bawa menuju alam akhirat nanti, selagi Allah memberikan kesempatan untuk kita, ambillah hidayah itu sahabat, dekatkan kembali dirimu kepada Sang Pengatur hidup ini Allah SWT. 

Ketika sahabat merasa sedih atau menangis melihat sesuatu atau mengalami sesuatu, yakinlah hal itu bukanlah suatu sikap lebay, namun suatu peristiwa indah yang sedang menyelimuti hati kita, dan mengajak kita untuk tunduk dan semakin tunduk kepada Sang Pencipta kita, dengan cara itu pula hati kita dilembutkan dan diajak kembali untuk patuh kepada-Nya. 

Saya terkesan dengan agan Patul RC yang selalu optimis mengajak kita-kita semua yang ada di grup “Cold Turkey” untuk menenangkan hati, karena hati menjadi pangkal masalah terkait naiknya asam lambung, maka credit yang tidak terhingga untuk agan Patul RC. 

Dalam bulan ke 8 berhenti merokok, ketika “ hati dilembutkan” itu saya jarang mengalami sakit yang disebabkan asam lambung, seperti dada yang nyeri dan lain sebagainya, setiap kelembutan hati itu datang, saya biarkan dia mengisi segenap jiwa, apa tandanya kelembutan hati itu datang? Yakni ketika saya melihat atau mengalami sesuatu kemudian saya merasa sedih, bahkan sampai meneteskan air mata. 

Ketika saya mendengar atau menonton suatu kemudian hati saya merasa iba, saya biarkan air mata mengalir, tidak saya bendung dengan pikiran apapun, saya biarkan saja. Apalagi ketika mendengarkan lantunan bacaan Al-Quran, saya biarkan mata ini menangis meski ditempat keramaian, dengan cara begitu saya percaya hati saya sedang dilunakkan. 

Ketika saya mendapati situasi yang rumit dalam keluarga saya, seperti kelakuan anak-anak yang bisa membuat kita marah dan jengkel, sekarang saya lapangkan hati, sabarkan diri sehingga kelembutan hati itu tetap terjaga, setiap dalam sujud saya selalu meminta kepada Allah agar diberi kelapangan hati. 

Meminjam lagi istilah yang dikatakan agan Wibowo Dlb Sf, “berubah kearah yang lebih baik gan … kita ini orang-orang pilihan lho …”, inilah salah satunya yang membuat saya bangga dengan kita-kita semua yang ada di grup “Cold Turkey” dan berjuang untuk tidak merokok setiap harinya. 

Masih seperti yang dituliskan agan Wibowo Dlb Sf tentang hidayah ini, “Itulah yang disebut hidayah gan… kita harus bangga bahwa hidayah ini jatuh ke diri kita”, terus terang saya merasa bangga, hidayah itu datang melalui cara yang tidak kita duga, yakni melalui cara berhenti merokok, meski demikian bagi saya hidayah itu tetap mahal, sehingga saya akan rugi ketika dia datang dan saya tidak mengambilnya. 

Dimana letak mahalnya hidayah itu? Seandainya saya tidak merokok sebelum ini, barangkali tidak terbayangkan bagaimana caranya Allah mengajak saya kembali menyembah kepada-Nya, dan merokok itu sudah menghabiskan keuangan saya puluhan juta dimulai dari bungkusan pertama sampai akhirnya saya berhenti menghisap si jahannam 9 cm itu. 

Sahabat pembaca, setelah kita meminta kelembutan hati ini, saya berharap berikutnya kita akan sampai kepada level yang lebih mulia di sisi Allah yakni “Wahai jiwa yang tenang”. 

“Cold Turkey” Mereka yang berjuang keluar dari belenggu rokok – Keep Fight

Panduan Lengkap Berhenti Merokok Untuk Semua Usia

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku berlindung kepada Allah dari iblis, setan dan pengikutnya yang terkutuk. 

Saya ingin membuka kisah-kisah ini karena saya tahu di luar sana ada banyak orang yang ingin berhenti merokok. Tapi entah kenapa ada saja kegagalannya, sehingga mereka kembali masuk kedalam belaian nikotin dan racun rokok. (Baca sampai selesai agar tidak gagal paham) 

Sahabat pembaca yang budiman, panduan lengkap berhenti merokok untuk semua usia ini, barangkali tidak sesempurna dan seindah yang anda bayangkan, maklumlah kita manusia ini tidak luput dari silap dan salah, maka sudah barang tentu saya yang menuliskan juga tidak luput dari kealpaan. 

Untuk memulai panduan lengkap berhenti merokok bagi semua umat manusia ini, saya ingin mengawalinya dari kisah masa kecil saya, yang tentu saja kisah itu berhubungan dengan rokok, bisa saja sahabat pembaca juga memiliki kisah mengerikan dengan rokok semasa kecilnya. 

Mengapa saya memulainya dengan kisah semasa kecil ini, karena saya ingin sahabat yang membaca juga turut menggali kembali, dari mana bermulanya barang jahanam itu mulai menyesatkan pikiran anda, kebetulan dari saya dimulainya dari semasa saya kecil. 

Rokok ketika masa kanak-kanak 

Seingat saya hari itu siang sepulang dari sekolah, dan saya kala itu masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar, ketika matahari hampir menginjak kepala, kami asyik bermain di parkiran motor kantor tempat orang tua kami bekerja, lebih tepatnya kami sedang bermain mobil-mobilan, saya, Afrizal, Alan, Eko dan Nofri. 

Sedang asyik bermain tidak lama kemudian datang satu sepeda motor, kalau tidak salah saya motornya Honda GL 100, sekarang motor jenis ini termasuk yang di gandrungi para pecinta motor jadul, saya tidak ingat nama orang yang mengendarainya, namun yang pasti waktu itu dia sedang menyulut sebatang rokok, belum habis rokok yang disulut dia membuangnya di tempat kami memarkir mobil-mobilan, lalu dengan lembutnya ia melangkah masuk kantor sambil merapikan rambutnya dengan jari-jari. 

Melihat peristiwa singkat yang berasap itu Afrizal mulai beraksi, punting rokok yang tidak dipadamkan dengan hormat itu dipungutnya, dengan lambaian tangan ia mengajak kami sembunyi di belakang bangunan parkiran, tanpa interupsi kami semua setuju dan sepakat sembunyi. 

Sahabat pembaca disinilah titik bermulanya “keperjakaan” paru-paru kami dinodai, bergantian kami menghisap “Tuhan 9 cm-nya" Taufik Ismail itu sampai habis, saya terbatuk-batuk kami semua terbatuk-batuk, tapi saya ingat peristiwa ini tidak akan saya lupakan seumur hidup, sepeda motor Honda GL 100, Pria kepala sulah dengan lemparan rokoknya. 

Setelah peristiwa putusnya “Keperjakaan” paru-paru saya, ada jeda waktu yang tidak begitu saya ingat berapa lama, hingga saya menghisap kembali rokok secara rutin dan menjadi kebutuhan hidup. 

Mengapa saya kembali merokok ? 

Pertanyaan ini mengawali kembali masa ketika saya berada dibawah pengaruh buruk lingkungan, ketika saya jauh dari orang tua, dan tidak ada pelindung yang sudi melindungi saya dari buruknya pengaruh lingkungan tempat saya tinggal. 

Masa ini terjadi ketika saya berada di sekolah menengah pertama, waktu itu terlihat keren dan jantan (Pengaruh iklan rokok di TV) sekali orang merokok, terlebih ketika ada asap yang keluar dari mulut atau hidungnya, pokoknya ini menjadi alasan saya menghisap rokok secara batangan, meski tidak setiap hari. 

Soal buruknya rokok itu untuk kesehatan, sudah dijawab oleh para pakar kesehatan, dokter spesialis, dan professor mengenai rokok, dalam berbagai liflet atau gambar animasi mengerikan tentang tubuh manusia yang dikuasai rokok, anda tinggal goggling lalu download. 

Jadi saya kembali terpengaruh rokok untuk kedua kalinya dengan alasan, indahnya asap yang keluar dari mulut manusia perokok itu. 

Kenangan-kenangan saya bersama rokok 

Saya pernah tinggal menetap dalam waktu yang cukup lama di daerah beriklim dingin, di Indonesia daerah beriklim dingin ini dimaksudkan untuk daerah yang berada di kawasan pegunungan, daerahnya indah, udaranya sejuk, dan penduduknya yang ramah, ketika disandingkan dengan rokok kenangan, lengkap dan komplit sekali kebahagian saya. 

Setiap bangun pagi saya selalu sediakan secangkir kopi, diteras depan rumah, sambil menikmati ramahnya sapaan penduduk desa pegunungan, dan itu semua semakin indah ketika saya melaluinya dengan hisapan berbatang-batang rokok, seperti yang sering kita baca dalam aneka cerpen, kalimat di cerpen terasa nyata sekali, kalimatnya seperti ini. 

“Sambil menghisap dalam-dalam rokok kretek, Bagio menyertai paginya dengan seruputan kopi, terkadang ia menyeruputnya sambil memejamkan mata, aduhai kopi yang cantik dengan perpaduan gula dan rasa pahit yang begitu akur, sesekali ia melambaikan tangan kepada orang yang berlalu lalang disepanjang jalanan desa”. 

Aduhai betapa indahnya adegan satu babak yang bisa saya nikmati persis seperti cerita dalam cerpen-cerpen ataupun novel. 

Kemudian waktu berlalu, dari senin ke senin, minggu ke minggu, bulan ke bulan, hingga tahun ke tahun, saya semakin intim dengan rokok dan telah menetapkannya menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup saya, untung saja dalam kehidupan ini rokok bukanlah sesuatu yang bisa di peristrikan, seandainya bisa barangkali rokok itu adalah istri pertama saya. 

Pergi saya ke berbagai daerah entah itu dalam rangka kunjungan atau apapun namanya, rokok tetap setia saya kantongi, bahkan saya pernah mengerjakan sesuatu kemudian hanya dibayar dengan rokok dan secangkir kopi saja oleh orang yang mempekerjakan saya. 

Rokok menemani saya mulai dari semenjak bangun pagi, sampai tengah malam ketika saya akan beranjak ke tempat tidur, bahkan ketika saya BAB juga rokok tidak pernah ketinggalan. 
Panduan Lengkap Berhenti Merokok Untuk Semua Usia
(Ilustrasi : bemfkunud.com)
Berhubungan dengan kenang-kenangan bersama rokok ini, timbul pertanyaan, apakah saya sering sakit disebabkan rokok ? jawabannya tidak, saya selama menghisap rokok paling jarang merasakan sakit, kalaupun ada sakit ya paling demam biasa atau sakit kepala. 

Sekarang kita sudahi semua kenangan manis bersama tembakau 9 cm itu, mari kita buang jauh-jauh dengan cara perlahan-lahan. 

Cara memulai berhenti merokok 

Sebelum kita lanjut saya ingin mengajak sahabat yang ingin berhenti merokok atau sedang dalam proses berhenti merokok, untuk tidak menyalahkan siapapun terkait perokokan ini, entah itu pemerintah yang mengizinkan pabrik rokok, entah itu dinas kesehatan terkait yang tidak melindungi masyarakatnya dari rokok. 

Saya ingin mengajak sahabat untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi dalam tubuh, tanpa perlu kita mencari kambing hitam untuk disalahkan mengapa rokok itu ada, dan dihisap oleh umat manusia di dunia, karena jika itu dibahas bukanlah disini tempatnya, dan sebaiknya kita memanfaatkan energy yang ada untuk kembali menyadarkan diri bahwa kesehatan tubuh itu penting untuk kita. 

Berhenti merokok itu bisa dengan berbagai cara, ada yang dilakukan secara sukarela, ada juga yang dilakukan secara terpaksa, mari kita bahas satu persatu cara-cara berhenti merokok ini. 

a. Berhenti merokok dengan sukarela 

Point ini paling mudah melaksanakannya, cukup dengan tidak menghisap rokok setiap harinya. Untuk melakukan ini bisa dilakukan dengan berbagai alasan, dan setiap perokok yang berhenti secara sukarela memiliki bermacam motivasi dan alasan yang dijadikan landasan. 

Saya tidak ingin menuliskan pidato panjang tentang alasan apa sebaiknya anda berhenti merokok, namun ketika anda sudah sampai pada tahap point ini, maka saran saya sebaiknya lakukan, berhentilah merokok, karena rokok itu bla..bla.. bla.. 

Selama anda merasa sehat dan tidak kekurangan sesuatu apapun juga, ketika ingin berhenti sebaiknya berhenti saja, jangan sampai menunggu-nunggu penyakit datang. 

b. Berhenti merokok karena terpaksa 

Jika anda sekarang berada pada point ini, sebelumnya saya sampaikan mohon maaf dan jangan tersinggung dengan yang saya tuliskan. 

Berhenti merokok karena terpaksa itu adalah semalang-malangnya jalan yang harus ditempuh, bagaimana tidak anda masih ingin menikmati hari-hari bersama racun kesayangan anda, namun karena sesuatu hal anda dipaksa berhenti, bukankah itu sesuatu yang paling menyebalkan. 

Berhenti merokok secara terpaksa ini bisa disebabkan oleh karena berbagai factor, factor penyakit atau vonis dokter, factor sosial misalnya ketika anda mentaksir cewek kemudian ternyata cewek tersebut tidak suka pria perokok, factor ekonomi misalnya karena anda tidak lagi punya uang untuk beli rokok, atau anda tersesat di suatu tempat dan disana tidak ada yang menjual rokok. 

Dari kedua cara berhenti merokok diatas izinkan saya menambahkan satu point yang menurut saya itu penting, point itu adalah “bahwasanya berhenti merokok itu butuh tekat yang kuat semangat yang menyala-nyala, dan tidak pernah berputus asa untuk tidak menghisap rokok setiap detiknya”. 

Tanpa point itu saya jamin anda akan menyerah diperjalanan, dan kedua cara berhenti merokok diatas akan terlihat konyol jika anda menjalaninya tanpa point yang saya tambahkan ini. 

Setelah anda berhenti merokok dengan salah satu cara diatas, maka ada satu hal lagi yang maha penting yang harus sahabat ketahui mengenai berhenti merokok ini. 

Yaitu ; Bahwasanya berhenti merokok itu menyakitkan, setelah itu baru menyenangkan. 

“Berhenti merokok itu menyakitkan, setelah itu baru menyenangkan” berlaku untuk mereka yang merokok cukup lama plus berhenti meminum kopi. 

Oh ya sebelum kita lanjutkan panjang lebar artikel ini, perlu saya sampaikan kepada sahabat pembaca, bahwasanya “Panduan Lengkap Berhenti Merokok Untuk Semua Usia Ini” bukanlah sebuah tutorial yang dikeluarkan oleh kementrian kesehatan ataupun asosiasi kedokteran apapun, ini murni panduan yang saya buat berdasarkan pengalaman saya berjuang berhenti merokok. 

Oke kita lanjutkan. 

Bagi anda yang baru menghisap rokok entah itu dalam hitungan jam ataupun beberapa hari, tidak akan merasakan sakit yang tak tertanggungkan ketika berhenti merokok, namun demikian bukan berarti anda terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh rokok ya. 

Tahapan berhenti merokok untuk semua usia 

Ketika menghisap rokok anda pasti melakukan bermacam tahapan, sehingga sampailah kepada anda membakar rokok kemudian menghabiskan setiap batangnya, demikian juga halnya dengan berhenti merokok, tahapan yang penting dilakukan agar proses berhenti merokok anda bisa terjadi dengan konsekuen dan berkesinambungan, seperti REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) zaman orde baru. 

1. Tidak menghisap rokok kapanpun dan dimanapun berada 

Ini tahapan paling penting dari berhenti merokok, jika anda melanggar tahapan ini maka anda berarti belum berhenti merokok. 

2. Membuat mental baja 

Mental baja yang dibuat kali ini adalah mental untuk melawan semua rasa keinginan merokok, jadi apapun bentuk godaan yang datang bisa diatasi dengan baik, sehingga anda tidak terjerumus lagi kedalam lembah hina rokok. 

Point kedua ini memiliki banyak sekali tantangan, entah itu dari lingkungan, teman-teman yang menawarkan rokok, entah itu dari stress yang datang kemudian tergoda untuk merokok, dan lain sebagainya, maka dari itu mental baja disini adalah mental yang tidak akan runtuh oleh berbagai bentuk keadaan, dan anda tetap tidak merokok setiap harinya, disamping itu mental baja ini dibutuhkan pula ketika anda mengalami berbagai perubahan dalam tubuh anda selama berhenti merokok. 

3. Membuang segala kenangan bersama rokok 

Kenangan yang saya maksud disini adalah segala hal yang berhubungan dengan rokok, termasuk itu korek api, asbak, souvenir dan hal apapun yang berhubungan dengan rokok, termasuk itu kenangan indah seperti yang saya tulis pada paragraph diatas. 

Membuang kenangan ini memang tidak mudah dan itu menyedihkan, seperti yang pernah saya lalui, saya seperti orang gila karena menahan keinginan untuk bermesraan kembali bersama rokok, dan itu terjadi sampai bulan ke delapan saya berhenti merokok. 

4. Memberitahu kepada orang terdekat kalau anda berhenti merokok 

Menurut saya ini penting, karena seperti yang sudah saya alami dan oleh beberapa teman-teman lainnya yang berhenti merokok, orang terdekat dengan kita harus diberitahu bahwa anda sedang berhenti merokok, dan meminta dukungan mereka untuk selalu mengingatkan, dan menjadi penolong anda manakala anda terdesak ingin mengunjungi UGD akibat tidak merokok. 

Ketahuilah sahabat ini kesannya sepele tapi saya sudah mengalaminya, dan berkali-kali minta diantarkan ke UGD karena efek yang terjadi dalam tubuh saya. 

5. Tidak berteman dengan orang perokok (Optional) 

Meski terkesan tidak humanis, namun point ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anda dalam berhenti merokok, ada seorang teman saya yang nyaris kembali merokok karena pengaruh kawan-kawannya, dan bagi saya sendiri saya menghindari teman perokok itu selama empat bulan, setelah saya merasa kuat untuk setiap godaan maka saya kembali berteman dengan siapa saja, namun orang perokok tidak lagi menjadi teman prioritas saya. 

Mengapa orang perokok tidak lagi menjadi teman prioritas saya, karena saya paham asap rokok itu juga buruk untuk kesehatan saya, meski saya tidak merokok. 

6. Tidak menjual rokok di toko atau warung anda (Optional) 

Point ini berlaku untuk anda sahabat yang punya usaha jualan, warung atau toko dirumah, mengapa saya masukkan point ini pada nomor enam, karena berdasarkan pengalaman saya sendiri, di rumah saya jualan kebutuhan sehari-hari, semenjak saya bertekad berhenti merokok, saya selalu digagalkan oleh point ini. 

Dari proses jatuh bangun berhenti rokok, awalnya saya berhasil tidak merokok kemudian ketika saya melihat ada rokok di warung, saya secara tidak sadar tetap mengambil satu bungkus kemudian menghisapnya, maka dari itu saya putuskan untuk tidak lagi menjual rokok. 

Ternyata keputusan saya tidak menjual rokok itu memiliki beberapa dampak positif, sebagaimana yang saya terangkan pada point dibawah ini. 

a. Saya tidak terpengaruh untuk merokok 

b. Pelanggan rokok saya mengeluh, disisi lain saya merasa beruntung karena telah menyelamatkan mereka yang mencoba menghisap racun tiap saatnya. 

c. Sewaktu saya masih menjual rokok, pelanggan saya banyak berhutang rokok, semenjak tidak menjual rokok saya merasa beruntung karena tidak ada lagi yang berhutang, sehingga modal jualan saya berputar cepat, tidak ngadat lagi karena hutang rokok pelanggan. 

d. Semenjak saya tidak menjual rokok, saya merasa beruntung karena saya tidak lagi menjual rokok yang hakikinya merupakan racun, kepada siapapun yang ingin merokok. 

e. Saya merasa tidak lagi memberi keburukan kepada orang-orang yang ingin merokok, seperti anda ketahui menjual rokok berarti kita menjual sesuatu yang berakibat buruk untuk kesehatan. 

Jadi saran saya sebaiknya anda turut serta mengajak lingkungan anda untuk berhenti merokok, dengan cara tidak menjual rokok. 

7. Bersiaplah menghadapi perubahan 

Dari semua proses berhenti merokok bagi saya ini adalah point paling penting, dari tahap ini pulalah saya berani mengatakan bahwa berhenti merokok itu tidak menyenangkan, dan saya menjadi pesakitan dari awal berhenti sampai beberapa bulan berikutnya, untuk persoalan sakitnya ini sudah saya tuliskan pada beberapa artikel sebelumnya, sebagai bahan tambahan anda bisa baca pada link artikel berikut ini. 








Perubahan apa saja yang saya hadapi selama berhenti merokok? apa dampak dari berhenti merokok? Apa yang terjadi pada tubuh setelah berhenti merokok? Merupakan pertanyaan-pertanyaan yang selalu hadir selama menjalankan progress berhenti merokok, karena itu akan kita bahas sebagaimana berikut ini. 

Karena panduan berhenti merokok ini berdasarkan pengalaman saya, maka dari itu urutannya berdasarkan yang saya alamai selama berhenti merokok. 

Bulan 1. 

Hari pertama saya tidak mengalami terlalu banyak keganjilan, karena saya tidak berfikir efek dari berhenti merokok itu sendiri, meski sebenarnya saya merasakan sakit kepala dan pusing yang tidak terhingga, namun saya belum menyadari bahwa hal tersebut karena efek putus rokok. 

Saya menyadari ada efek dari putus rokok itu setelah saya mencari-cari di internet, kemudian barulah saya temukan banyak pengaruhnya terhadap tubuh ketika berhenti merokok, karena tidak semua bentuk siksaan yang saya jalani mirip dengan yang ada di internet, dalam pikiran saya tetap saja bertanya-tanya, apa betul ini efek dari berhenti merokok? 

Selama bulan pertama itu saya mengalami kejadian yang luar biasa, kepala terasa pusing mulai dari pagi sampai siang, kedua kaki terasa dingin, pandangan mata mulai kabur, setiap objek yang dilihat tidak pernah bisa fokus terlebih jika jaraknya agak jauh, bahasa teman-teman di group WA “Cold Turkey” khusus berhenti merokok “Kliyengan”. 

Bulan 2 

Pada bulan ini saya masih merasakan kepala kliyengan, mata kabur, pikiran tidak karuan, kaki dan badan terasa dingin, segala persendian tulang seakan mau copot dan ngilu, selera makan turun drastis, berat badan turun dari 75 menjadi 60. 

Pada bulan ini saya mulai berfikir yang aneh-aneh, bahwasanya saya sedang menghadapi proses kematian, saya merasakan betul bahwa keadaan saya saat itu membuat saya merasa dekat dengan maut, lalu kemudian saya mulai mendekatkan diri kepada Allah, saya mulai rajin sholat lima waktu namun tidak di Mesjid, sholatnya di rumah saja karena saya tidak berani ke Mesjid dalam keadaan mengalami sakit seperti itu. 

Bulan kedua berhenti merokok perilaku saya berubah drastis, dari orang yang ceria dan mudah marah, menjadi orang yang marah-marah terus kerjanya, selain itu saya lebih suka menyendiri, entah itu di kamar atau pergi kebelakang rumah, intinya saya mulai tidak nyaman dengan keramaian. 

Pada bulan kedua ini saya mulai berkenalan dengan UGD, dan hasil pemeriksaan dokter bahwa asam lambung saya naik (Maag), tensi saya sering naik, saya mengeluhkan bahwa saya berhenti merokok, namun dokter UGD kalem mengatakan kalau berhenti merokok itu tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada diri saya. 

Selain berkenalan dengan UGD saya juga berkenalan dengan penyakit yang bernama asam lambung, dimana sebelum ini saya tidak pernah satu kalipun merasakan apa itu sakit asam lambung, dan dokter mengenalkan saya dengan resepnya yang bernama Ranitidine, Antasidadone, Sukralfat, omeprazole, dan berbagai merek obat asam lambung lainnya. 

Bulan 3 

Semua rasa sakit yang saya rasakan pada bulan kedua masih saya rasakan pada bulan ketika berhenti merokok, bahkan bertambah rasa sakitnya, mata kiri saya sering kedutan, dada saya sering merasa nyeri seperti ditusuk, terkadang nyeri di dada kiri kemudian pindah ke dada kanan, ketika tidur malam hari saya mulai bermimpi yang menakutkan dan aneh-aneh, dan mimpi-mimpi ini berlangsung sangat lama bahkan berbulan-bulan. 

Pada bulan ketiga ini intensitas saya mengunjungi UGD bertambah, meski semua hasil diagnose dan pemeriksaan darah saya hanya mengalami asam lambung, jika habis obat yang diresepkan dokter saya kunjungan lagi. Bulan ketiga merupakan bulan dimana saya mengalami depresi, dan mengalami gangguan cemas berlebih. 

Jika terdengar sirine ambulance saya langsung ketakutan, lalu sembunyi di balik jendela, hati saya gampang sekali merasa sedih, dan air mata saya juga gampang jatuh apalagi ketika saya berdoa meminta kepada Allah untuk diampuni segala dosa saya. 

Pada bulan ketiga ini paket internet saya habiskan untuk mencari apapun yang berhubungan dengan menenangkan jiwa, video dan artikel tentang kejiwaan saya sikat semuanya, bodo amat habis paket beli lagi, sampainya saya bisa menenangkan jiwa, dan pada akhirnya obat menenangkan jiwa yang paling mujarab adalah membaca Al-Quran dan terjemahannya. 

Apakah pada bulan ketiga ini tubuh saya mengalami perubahan yang lebih baik, jawabannya tidak tahu, karena saya tidak bisa menilai diri saya lebih dalam karena rasa sakit yang masih saya rasakan. 

Bulan 4 

Bulan ke empat saya berhenti merokok saya mengalami, kepala kliyengan, mata kabur, kaki dingin, nyeri dada, ngilu segala persendian, buang air besar saya tidak karuan, terkadang mencret, perut tidak pernah damai rasanya, setiap saat perut saya kembung atau masuk angin, telinga mulai sering berdengung. 

Bulan keempat ini saya merasa teramat putus asa, ketakutan saya semakin menjadi-jadi, saya tidak berani keluar rumah, selama satu bulan penuh saya merenungi diri atas semua yang terjadi pada diri saya, sambil saya terus kunjungan ke UGD, pada saat inilah saya merasa membutuhkan seorang psikiater. 

Namun apa daya saya tinggal di kabupaten, jadi tidak mudah mendapatkan akses dokter spesialis kejiwaan. 

Ditengah terpaan badai ganas kejiwaan ini saya hampir putus asa, disinilah letaknya peran orang terdekat dengan anda, jika pada diri saya istri saya sendiri, saya mulai bicara tidak karuan tentang maut, namun istri saya tetap menenangkan saya dengan mengatakan banyak hal positif, termasuk perubahan yang terjadi pada fisik saya. 

Bulan keempat saya semakin kurus, namun selain itu istri saya bilang kalau sekarang kulit saya terlihat lebih cerah, tidak kusam lagi, oh ya sewaktu masih merokok saya mengalami penyakit kulit, dimana pada kaki saya sering terdapat sisik seperti sisik ikan, padahal itu hanyalah kulit mati, pada bulan keempat ini bini saya bilang semua sisik itu hilang dari tubuh saya, dan kulit saya terlihat lebih merah dan segar dari pada sebelumnya. 

Pada bulan ini perubahan kearah kejiwaan tidak terlalu bagus, asam lambung saya menjadi-jadi sakitnya, terkadang saya sempat berpikir kalau yang terjadi pada dada saya itu adalah penyakit jantung, karena pada diri saya terdapat factor resiko yang bisa saja mendorong kearah gangguan jantung. 

Bulan 5 

Tidak mau risau dengan ketakutan akan penyakit jantung ini, pada bulan ke lima saya kunjungi puskesmas untuk meminta rujukan pemeriksaan jantung, dokter yang menangani saya memberi rujukan, namun tidak ke spesialis jantung, namun ke dokter spesialis penyakit dalam, karena memang tidak ada dokter jantung di kabupaten tempat saya tinggal. 

Hasil kunjungan ke dokter spesialis penyakit dalam, menyatakan kalau saya terkena asam lambung, masih seperti hasil kunjungan ke UGD sebelumnya, namun yang menarik pada point ini, dokter yang menangani saya mengakui secara jujur dan ilmiah, bahwasanya memang ada pengaruh ketika kita berhenti merokok terhadap tubuh, namun pengaruh itu merupakan suatu perubahan kearah yang lebih baik. 

Mendengar pendapat dokter yang demikian, api yang semula mengecil dalam sanubari saya mulai kembali terasa hangat, saya merasa dunia kesehatan telah peduli kepada orang-orang yang sakit akibat berhenti merokok. 

Perlahan namun pasti semangat saya kembali tumbuh, dan saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka itu, disela keterpurukan yang teramat dalam, saya manfaatkan kuota internet saya untuk mencari aneka tips untuk membugarkan tubuh, entah itu ramuannya ataupun olah raganya, intinya saya harus melakukan sesuatu untuk terus menyalakan api semangat dalam diri saya, yang selama berhenti merokok telah mengalami depresi. 

Pada moment ini group WA khusus berhenti merokok ala “Cold Turkey” sangat berperan sekali, dimana dari sana teman-teman seperjuangan banyak yang membagikan ramuan dan tips ampuh agar kembali sehat, bahkan lebih sehat dari sebelumnya, beberapa diantaranya sebagai berikut. 

a. Jahe diseduh dengan air hangat, kemudian ditambahkan sedikit madu (satu sendok tea cukup), diminum setiap pagi. 

b. Olah raga setiap hari minimal 20 menit, entah itu pagi atau sore, kalau saya olah raganya senam, sesuaikan saja dengan hobi olah raga masing-masing. 

c. Tips dari juragan Felix, minum air hangat setiap bangun dari tidur pagi hari, air hangatnya cukup 2 gelas saja. 

d. Tips dari juragan Sanjaya, rebusan daun salam dicampur daun sambiloto, kalau saya diminumnya tiga kali seminggu, buat jadwal meminumnya agar tidak amburadul. 

e. Tips dari juragan Patul RC, mendekatkan diri kepada yang Maha Pencipta, ini sangat ampuh sekali mempertebal semangat baja berhenti merokok. 

Pada bulan kelima saya berhenti merokok ini, yang saya rasakan sebagai berikut ; kepala masih kliyengan, pandangan mata masih kabur, saya gampang sekali capek, gangguan kecemasan masih tinggi, saya sempat menginap dua hari di Rumah Sakit karena tensi saya tinggi (160/80), hasil pemeriksaan darah waktu itu bagus. Dokter berikan saya obat pengencer darah dan obat penenang Alprazolam. 

Bulan 6 

Memasuki bulan keenam saya semakin semangat dengan ramuan dan olah raga, sehingga secara sadar saya mulai merasakan banyak perubahan, perubahan pertama yang saya sadari adalah nafas saya terasa lebih lapang, dada terasa lebih ringan, meski saya masih merasakan nyeri pada dada kiri dan kanan nyeri berpindah-pindah. 

Selain itu saya masih mengalami kepala kliyengan, dan pandangan mata kabur, pada bulan keenam ini saya berinisiatif bersama keluarga untuk melakukan cek jantung dengan cara EKG, hasilnya jantung saya normal, pada pemeriksaan kali ini dokter spesialis penyakit dalam kembali menyarankan saya untuk bisa mengelola stress. 

Pada bulan ini saya menambahkan satu ramuan lagi untuk pemulihan tubuh, yaitu memakan bawang putih mentah, satu suing setiap hari, akibat memakan bawang putih ini masalah asam lambung dan perut kembung terasa semakin menipis, dampak lainnya dari bawang putih ini, stamina saya rasanya semakin Joss ketika eng ing eng sama istri. 

Bulan 7 dan 8 

Kedua bulan ini rasanya tidak berbeda, saya masih merasakan kepala kliyengan, mata kabur namun sudah bisa diajak focus jika melihat benda, selain itu perasaan cemas dan takut masih terjadi pada diri saya, terutama jika berada di tempat keramaian, ketika antri di kasir, antri di parkir, dan ditempat keramaian lainnya, kemudian saya masih merasakan asam lambung saya terkadang naik. 

Pada bulan ketujuh dan delapan inilah saya merasakan suatu kondisi kejiwaan yang aneh, dimana saya merasa ada sesuatu yang hilang dalam diri saya, kehilangan itu membuat saya bingung dan bertanya-tanya, setelah saya pikirkan lebih mendalam lagi, kehilangan itu adalah kenang-kenangan hidup atau bagian dari hidup saya yang telah saya buang selama delapan bulan terakhir, yakni rokok itu sendiri. 

Bulan kedelapan berhenti merokok saya mulai berani bawa kendaraan, antar istri kepasar, nyetir mobil keluar kota, meski pada bulan-bulan ini saya merasa banyak kehilangan namun disatu sisi saya telah menjadi seorang yang baru, yakni orang yang tidak merokok. 

Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri dalam hidup saya, dimana saya berhasil melawan kejamnya candu rokok, selama saya menjadi diri saya yang baru banyak hal yang harus saya sesuaikan kembali. 

Ada kebanggaan tersendiri dalam diri saya ketika saya melihat orang-orang ahli hisap disepanjang jalan, saya merasa lebih kuat lebih sehat dibanding mereka, meski untuk menyatakan itu perlu tes kesehatan lebih lanjut, namun dari segi tidak rokoknya saya merasa menang. 

Bulan 9 

Ada metode pembugaran tubuh selama tidak merokok ini yang menjadi kebiasaan bagi saya, yaitu minum air hangat sewaktu bangun tidur, dan minum air jahe setiap pagi, Karena sudah terbiasa pada bulan kesembilan ini, saya hampir mulai melupakan rasa sakit yang terjadi pada awal mula berhenti merokok. 

Pada bulan kesembilan ini saya tidak lagi mengalami kepala kliyengan dan mata kabur, namun ada satu fenomena aneh yang terjadi dalam tubuh saya, dimana setiap saya berpuasa senin atau kamis, saya sering mengalami debaran diatas perut, posisi debarannya pas ditengah diujung dada, durasinya tidak lama paling hanya satu menit. 

Jika debaran itu terjadi tenggorokan saya seakan tercekat, namun nafas tetap normal, bagian tubuh yang lain tetap terasa normal, dan kepala tidak pusing, fenomena ini tidak menimbulkan cemas dalam diri saya, namun cukup membuat saya penasaran, ini apa ya ? 

Ketika saya ceritakan di group WA berhenti merokok ala Cold Turkey, juragan Andre menyimpulkan kalau itu adalah maag. 

Bulan 10, 11, 12

Pada bulan ke 10, saya hampir tidak lagi merasakan efek sakit dari berhenti merokok, bahkan ketakutan atau cemas yang biasa datang tiba-tiba pada bulan ini tidak lagi terjadi, hampir bisa saya katakana kalau bulan ke 10 tubuh saya fresh total, meski demikian tetap ada tapinya, tapinya itu adalah saya tetap tidak seceria yang dulu.

Kemudian pada bulan ke 11 dan 12 berhenti merokok, pikiran dan tubuh semakin segar rasanya, hanya saja ada bekas progress berhenti merokok yang masih menjadi momok bagi saya, yakni bekas operasi sinusitis saya pada bulan pertama berhenti merokok, mengapa demikian ?

Jadi begini dalam rongga hidung tepatnya bagian hidung saya yang dicongkel pada saat operasi sinus, ketika terjadi perubahan cuaca mendadak sering terasa kedutan, entah itu perubahan cuaca dari panas terik ke dingin atau sebaliknya, sehingganya nyeri menjalar ke bagian kening, kemudian tak lama kemudian kepala pusing.

Ketika datang sakit seperti itu perasaan saya tidak nyaman, dibawa melakukan kegiatan kepala tidak fokus jadinya saya kebanyakan duduk sambil minum air hangat.

Lewat satu tahun saya berhasil menahan keinginan merokok, rasanya bahagia sekali, apalagi ketika diingat penderitaan awal mula berhenti merokok, rasanya saya tidak percaya bisa menahan tidak merokok selama satu tahun, saya berharap perjuangan saya berikutnya lebih dimudahkan Allah.

Sahabat pembaca yang budiman dan pemirsa di Negara manapun anda berada, panduan berhenti merokok yang saya tulis ini bisa anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan syarat utama, anda memang punya tekad baja dan semangat juang yang tinggi untuk berhenti merokok.

Saya ingin menambahkan sedikit sebagaimana yang disampaikan oleh juragan E.K Kendy Lie pada group WA berhenti merokok Cold Turkey, menurut temannya yang dokter putus nikotin atau nikotin withdrawl itu tidak ada obatnya, cuma untuk cepat meredakan sengsaranya, hanya dengan 4 hal : 

1. Tidur cukup 

2. Minum air hangat yang banyak 

3. Olah raga 

4. Makan buah atau sayur yang banyak serat 

Saya bersyukur jika sahabat yang masih merokok berniat dan berusaha untuk berhenti total dari rokok, dan artikel ini saya harap bisa membantu anda, karena berdasarkan pengalaman saya sendiri proses menyakitkan berhenti merokok itu akan berujung kepada hal yang menyenangkan, namun yang paling penting anda bisa memahami bahwa untuk melalui proses pemulihan tubuh itu memang tidak mudah, dan ada banyak hal yang terjadi dimana itu semua juga akan membawa pengaruh yang baik terhadap kejiwaan anda, setelah anda tidak menghisap rokok lagi seumur hidup. 

Untuk sementara saya sudahi dulu sampai disini tutorial berhenti merokok ini, In syaAllah nanti saya sambung lagi jika progress berhenti merokok saya semakin lama. 

Saya ingin menyampaikan salam special untuk semua sahabat seperjuangan saya yang masih tergabung dalam group WA khusus berhenti merokok ala “Cold Turkey”, semoga group tersebut semakin besar dan bermanfaat untuk umat manusia yang ingin berjuang, dan melepaskan diri dari jahatnya belenggu rokok. 

Download Panduan Lengkap Berhenti Merokok Untuk Semua Usia dalam bentuk PDF, Semoga bermanfaat, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Zulfadli Adha

Menjual Es Cendol di Neraka

Panas bagaikan dioven, suhu kota metropolitan terbesar nomor dua layaknya di timur tengah, mencuci baju disore hari tak harus menunggu untuk kering ketika dijemur dikeesokan harinya, waktu seakan cepat berlalu masjid-masjid megah bak istana sang raja sulaiman bergaung keras dengan menara menjulang tinggi, siang itu, televisi dihidupkan, satu keluarga menyaksikan acara "bekal sebelum ajal", mantan seorang penodong yang hijrah, dikafani hidup-hidup dikubur guna merasakan seperti apa mayat yang ditanyai diliang lahat oleh dua orang malaikat. 

Kipas angin berputar kencang bergeleng kekanan dan kekiri meniup setiap sudut tempat, bapak dan anaknya melepas baju, berkeringat deras layaknya butiran jagung keluar dari dalam pori-pori, menghela nafas dan mengelap dahi ditemani cemilan kerupuk yang sudah lunak tak berbunyi. 

Penjual es cendol dan dawet kala itu diborong habis warga setempat, sempat pula merenung bagaimana kalau besok berjualan es saja, aku tanya bila pendapatan bersih mencapai ratusan ribu rupiah pada setiap pedagang. pemandangan yang sudah tak lazim lagi disemua tempat, aku mengkhayal suatu saat nanti dineraka pun bila ada malaikat menjual es pasti banyak yang beli, bahkan mungkin berlarian dan berteriak pontang- panting "panas! Panas!" Karena fokus pada apa yang dirasakan, heran juga, aku pun berfikir kenapa setiap orang kepanasan selalu berteriak panas atau minta tolong, kenapa tidak istighfar saja, ya mungkin kalimat itu hanya berfungsi di dunia tidak demikian dengan akhirat. 

Para pelanggan langganannya pun para koruptor yang dengan uangnya penjara pun bisa dibeli didunia semasa hidupnya, dengan fasilitas yang memadahi, hotel prodeo laksana hotel berbintang lima, tak lupa pula dilengkapi dengan pelayanan plus-plus wanita-wanita cantik bebody aduhai, tapi sepertinya tidak demikian, es dan wanita cantik serta hotel itu mungkin hanya untuk orang-orang yang beramal soleh yang bertobat dari yang demikian, alamat dan gerbangnya pun berbeda dengan neraka, "jadi bagaimana penjual es didunia, pasti mereka sudah bosan mencicipinya nanti kalau masuk surga", pikir ku konyol. 

Lalu siang itu ku putuskan mandi agar segar dan lebih bertenaga untuk berputar keliling kota dengan motor astrea tahun 80an yang ditawar dengan harga 7 juta oleh tetangga dekat saudaraku, tapi ujung-ujungnya hanya basa-basi belaka. sudah 2 jam hanya sibuk bertanya dan mencari jalan pulang, berputar-putar dipemukiman rumah petak yang rungkut dan terpencil, tak tau lokasi yang dituju karena tujuannya pun tak jelas, memang panas sekali ketika itu, ubun-ubun pun berdenyut, lalu ku putuskan duduk di pinggir jalan ditemani ahli surga yang berjasa menjual minuman dingin bagi orang yang sedang kepanasan, "semoga masuk surga firdaus" harapku padanya. 

Catatan : Krisnanto Adi Sulaksono

Dunia Didalam Gerbong

Sepanjang jalan kereta Sri tanjung arah surabaya, dinginnya AC 27,6 derajat celsius memberikan kesan kaku penumpang lansia, seakan warga eskimo yang sedang berkerumun di kedinginan, tak ingat akan buruan lupa dengan serigala pencuri daging(copet) seperti waktu dulu. 

Layaknya hotel berbintang, pemandangan indah di kanan dan kiri jendela pagi itu dengan keamanan kelas elite, merenung dan menyadari ada tarzan sedang masuk kereta saat ini, duduk dibarisan gerbong depan nomor 15 E memegang buku edisi lama karya seorang cucu ulama yang satu pemainan dengan Gus Dur, "Sedang Tuhanpun Cemburu" itu cover depannya, fokus mengeja arti sampai tak peduli pragawati nan molek bergaya bak artis film Jepang menawan melintas dengan senyuman dan makanan siang itu"nasi goreng! Nasinya mas, nasi gorengnya buk" aku jadi teringat kakek sugiono, lagi pula ini didalam kereta pikirku jorok. 

Tetap saja kodratnya, diri ini manusia, sedang salah seorang sufi pun pernah tergoda, denyut kepala tak terkendali dipenjara di otak yang memanas bersuhu tinggi suasana yang tadi dingin menjadi panas, menundukkan pandangan sambil mengingat sang kholiq,"astafirullahaladzim". 

Tak berapa lama bunyi suara memenuhi gerbong, "para penumpang sesaat lagi, kereta akan berhenti distasiun probolinggo", setidaknya ada pengalihan untuk berfikir kotor hilang dengan suara penumpang ramai berjubel naik dan turun kereta, sehingga ada warga negara asing, seorang traveler duduk didepan, sekarang digerbong ini bukan hanya lansia, tarzan, dan sekarang ada bule disatu wadah yang sama. 

Mendengar musik mungkin alternatif pengalihan dari pikiran yang sudah melayang hingga shaf langit ketujuh untuk memetik wahyu baru di alam malakut, jadi terinspirasi dengan pepatah orang minang "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" tapi bagaimana pengaplikasianya risauku bingung, mungkin aku harus diam, menjalani kehidupan singkat didalam sebuah lokomotif dan membiarkan kereta dan waktu yang berjalan. 

Catatan : Krisnanto Adi Sulaksono

Kota Beritme Melankolia Gado-gado

Terasa jelas suara teriakan bocah berlarian, kejar-kejaran diarah jalan raya ketika itu, ku tutup pintu WC sambil diiringi irama air mendayu memberi nada yang menenangkan dan khusu' dalam sebuah ritual membuang hajat, membayangkan dulu sering sekali menghisap sebatang rokok dengan kenikmatan 27 drajat layaknya keutamaan sholat berjamaah, berapa antrian menunggu berdehem dan bersiul isyarat bahwa mereka rela menunggu lama untuk satu misi yang sama guna kemaslahatan umat. 

Kurang lebih 10 menit terasa hanya sekejap mata keluar dari surga yang tak diakui keberadaannya ini, mungkin bila diberi kekenyangan perut pasti nanti akan kemari lagi, ku putuskan keluar dan menatap mereka dengan senyuman lega hingga ku melihat ekspresi wajah-wajah manusia layaknya emotikon pada aplikasi Whatapps dengan bermacam varian rasa dan bentuk raut muka lucu hingga menakutkan. 

Sepulangnya, ku duduk santai di teras rumah petak yang kecil penuh dengan barisan tembok yang rapat sambil mendengarkan suara para pengamen jalanan menyanyikan lagu yang masih populer ketika itu, "ku yang dulu bukanlah yang sekarang dulu ditendang sekarang ku disayang" dengan diakhir "bukak sitik jos!", bertepuk tangan para golongan masyarakat dari yang menengah keatas hingga menengah kebawah memberikan apresiasi dan sumbangsihnya untuk sebuah keberanian seorang anak yang seharusnya sekolah kala itu. 

Alunan musik pelosok pinggiran kota yang terdengar itu pun dibawa pergi sang angin lalu yang melintas berganti dengan bunyi-bunyian kelakson kendaraan dan sirine merah menyala petugas patroli, semoga tak terjadi apa-apa, ketika itu malam minggu, malam dimana anak muda bercengkraman dan bercumbu mesra menghabiskan masa produktifnya guna kesenangan sesaat menjadi antek-antek kehidupan gelamor layaknya vampire yang tiap malam haus darah. 

Lain halnya yang ada dalam kardus, kedinginan, kelaparan, namun tak merasa bimbang mereka sudah kebal dengan kerasnya jalanan, merekalah kerak terbawah dari sosial dengan hati layaknya intan berlian, sufi jalanan bila ku artikan, tak diabaikan tak dipandang, menjerit dan menangis pun tak ada yang peduli, mereka butuh pelukan seorang yang mengerti mereka. 

Berfikir dan merasa dengan hati agar bisa melihat keadilan, apakah benar begini atau ini muka dari kota sebenarnya, kota yang penuh bau keringat manusia menaklukkan nasib mereka yang akhirnya berhenti dan menjumpai kesialan atau keberuntungannya sendiri, kota yang mana orang-orang tak pernah bertegur sapa tapi bahagia, masjid berjalan meminta sumbangan layaknya pengemis ditiap rumah, perempuan berteriak meminta tagihan listriknya agar dibayarkan suami yang beberapa waktu lalu berhenti bekerja, WC umum yang pagi hingga malam penuh dengan antrian dengan raut muka kejujuran, pengamen dan tuna wisma berhati murni hingga pemuda-pemudi bergaya begal dan wanita nakal bermandikan alkohol dan wewangian menggoda para konglomerat yang jenuh dengan pekerjaan yang seharian mereka kerjakan, yah ujung-ujungnya membuat alasan memperjuangkan karyawannya agar tetap bekerja, begitu pun pejabat dan orang-orang penting dijajaran pemuka yang disegani akan karisma dan tutur katanya. 

Catatan : Krisnanto Adi Sulaksono